Senin, 23 Oktober 2017

Cara Tanam Cabai Hidroponik

Media tanam bukan tanah
Mengenai alasan pertama mengapa orang pilih cara menanam cabai secara hidroponik ialah karena media tanam yang diperlukan bukanlah tanah. Berbicara mengenai tanah, seperti yang telah diketahui jika semakin hari lahan kosong makin sulit ditemukan. Oleh karena itu, pertanian dengan gunakan media tanah akan makin jarang ditemui. Sehingga tidak jarang semakin hari makin sedikit saja orang yang menanam tanaman di rumahnya. Hal ini sangatlah mudah ditemukan di daerah perkotaan yang lahannya banyak digunakan untuk gedung. Namun, hidroponik yang gunakan media tanam selain tanah bisa jadi solusi tepat untuk mereka yang ingin tanam berbagai macam tanan termasuk cabai tanpa harus gunakan tanah.

Lebih mudah
Mengenai alasan kedua mengapa cara menanam cabai secara hidroponik menjadi ide yang tepat ialah karena teknik tanam ini jauh lebih mudah. Misalnya saja yaitu persiapan untuk lakukan penanaman. Jika dalam teknik konvensional biasa, seseorang harus oleh tanah yang akan ditanami tersesbut sehingga menjadi subur dan memiliki kadar unsur hara tinggi. Salah satu hal yang sering dilakukan ialag dengan mencangkul tanah tersebut. Namun, dalam teknik yang satu ini, mereka para petani tidak perku lagi lelah mencangkul sebab media tanamnya bukanlah tanah melainkan agregat seperti lava rock, aliflour dan leca atau lecation.

Kreatif
Bukan hanya itu saja, hdhd juga bisa kembangkan kreativitas dari para petani yang tanam cabai tersebut. Disini, mereka bisa gunakan barang-barang bekas sebagai pot. Misalnya saja ialah botol bekas, kaleng bekas hingga pipa bekas. Barang-barang yang pada awalnya hanya menumpuk digudang kini bsia menjadi lebih bermanfaat.
Lebih sehat
Selanjutnya ialah tanaman yang ditanam dengan teknik ini akan terlihat lebih sehat sebab nutrisi yang diberikan pun akan tercukupi dengan baik. Namun, hal yang harus tetap diperhatikan dalam cara menanam cabai secara hidroponik yaitu para petani harus rajin melihat kondisi cabai yang ditanamnya.
Kemudian, dalam cara menanam cabai secara hidroponik, ada pula hal-hal yang sebaiknya diperhatikan dengan baik. Hal ini disebabkan karena tanaman cabai sedikit berbeda dengan tanaman lain yang mana akan jauh lebih rentan terhadap banyak penyakit. Lalu, apa saja hal tersebut? Berikut ini adalah ulasannya.

Rutin lakukan perawatan
Hal satu-satunya yang membuat cara menanam cabai secara hidroponik kurang diminati ialah para petani harus selalu rutin lakukan perawatan terhadap tanaman cabai tersebut. Seperti yang telah diketahui bahwa dalam teknik hidroponik ini, tanaman cabai tidak bisa menyerap air secara leluasa sepeti pada teknik pertanian konvensional. Dalam teknik yang konvensional, tanaman cabai akan lebih mudah serap air dari dalam tanah. Akan tetapi, dalam hidroponik, kandungan air akan diperngaruhi oleh seberapa sering si petani berikan air untuk tanaman cabai mereka. Maka dari itu, hal utama yang harus dilakukan yaitu melakukan perawatan secara rutin. Siramlah tanaman dan beri nutrisi yang cukup.
Lantas, bagaimana cara menanam cabai secara hidroponik? Dalam hal ini, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menanam cabai dengan cara hidroponik. Berikut ulasan lengkapnya.

Siapkan media tanam
Hal utama yang harus dilakukan ialah dengan menyiapkan media tanam untuk tanaman cabai tersebut. Media tanam tersebut bisa berupa pot, kelang bekas, botol bekas, ember bekas, plastik polibeg atau lainnya. Adanya wadah tersebut berguna sebagai media tanam yang menampung tanaman cabai tersebut.

Siapkan sabut kelapa
Kemudian, langkah kedua dalam cara menanam cabai secara hidroponik yaitu menyiapkan sabut kelapa yang telah dikeringkan sebelumnya. Hancurkan sabut kelapa tersebut. Fungsinya yaitu sebagai tempat menyimpan air dan juga unsur hara yang sangat baik untuk tanaman cabai.
Siapkan sekam atau serbuk gergaji

Selanjutnya ialah siapkan sekam atau serbuk gergaji. Adanya penambahan media tanam ini akan sangat membantu tanaman cabai tumbuh dengan baik.

Siapkan kerikil
Selain bahan di atas, ada juga kerikil yang harus disipakan dalam cara menanam cabai secara hidroponik.  Adanya kerikil ini sangat membantu karena kerikil akan menjadi media yang merekatkan air dan juga memperkuat tanaman cabai karena akar tanaman dapat merekat dengan baik. Bukan hanya itu saja, adanya kerikil tersebut pun akan membantu akat dapatkan ruang untuk bergerak.
Setelah lakukan semua langkah di atas, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh para petani.

Semaikan bibit cabai

Sebelum ditanam di media tanam hidroponik, semaikan dahulu bibit cabai yang telah dipilih. Tempat penyemaian bisa dilakukan di atas kapas basah atau media lainnya.

Siapkan media tanam
Kemudian, siapkan saja media tanam dengan semua bahan yang telah disiapkan sebelumnya. Bahan tersebut yaitu ketikil, sabut kelapa dan sekam. Campurkan semua bahan tersebut secara merata dengan perbandingan 1:1:1. Setelah itu, isi lagi wadah tersebut dengan sabut kelapa. Pada lapisan yang paling atas, cukup isikan saja kerikil. Hal tersebut bertujuan untuk kurangi penguapan. Diamkan media tanam itu selama semalaman.

Berikan nutrisi
Setelah media tanam didiamkan semalaman, kini saatnya untuk memberikan nutrisi pada media tanam tersebut. Beri saja cairan nutrisi untuk tanaman dan pupuk. Mengapa hal ini dilakukan sebelum cabai dipindahkan? Alasannya ialah agar media tanam itu telah terlebih dahulu memiliki kandungan gizi yang baik untuk tanaman cabai. Jangan lupa juga untuk meyiramnya dengan air biasa sehingga kelembaban mencapai 60%.

Tanam cabai
Kemudian, bibit cabai yang telah semai tadi dipindahkan ke media tanam sehingga nantinya bisa tumbuh. Penanaman dilakukan dengan cara pemindahan bibit yang telah semai ke dalam wadah hidroponik yang telah disiapkan sebelumnya.

Cek tanaman cabai
Hal terakhir yang dapat dilakukan dalam cara menanam cabai secara hidroponik yaitu pengecekan tanaman cabai secara rutin. Cek apakah airnya kurang, apakah tanaman cabai sehat dan lainnya. Tujuan pengecekan secara rutin ini agar cabai yang dihasilkan dari teknil tanam hidroponik ini memiliki kualitas yang baik pula, bahkan bisa lebih baik dari hasil tanam dengan teknil konvensional atau biasa.